Ini Dia Wujud Soliditas TNI Dan Rakyat Bersama Menangani Bencana Longsor
Table of Contents
Menurut Kepala Desa Pagung Supriyanto, jalan yang terkena longsoran tanah ini memang sudah menjadi langganan dari tahun ke tahun dan yang terparah pada tahun 2014 silam, tanah menutup total badan jalan, akibatnya akses keluar masuk warga Dusun Getuk terputus, kendati masih ada akses alternatif lainnya, tetapi tidak memungkinkan dilewati kendaraan bermotor.
“Longsoran tanah di jalan ini, memang kerap kali terjadi, tetapi tidak pernah menimbulkan korban jiwa, karena jauh dari pemukiman warga. Jalur yang tertimbun tanah sejak dulu, ya itu-itu saja, tidak pernah pindah tempat. Faktor kemiringan tanah dan kondisi tanah yang menjadi penyebabnya, selain faktor hujan yang terus menerus,” ungkap Supriyanto.
Lebih lanjut, Supriyanto berharap tidak ada warga yang berminat mendirikan bangunan apapun di kawasan ini, cukup lahan pertanian saja, karena biasanya longsor terjadi tidak terduga.
Danramil Semen Kapten Inf Arifin Effendi menjelaskan, longsoran tanah terjadi kemarin atau sekitar malam hari, tetapi kepastian waktunya masih berbeda-beda versi alias tidak dapat dipastikan. Badan jalan tertutup sebagian tanah, diketahui oleh warga yang biasa melewati jalur ini. Sejak malam hari hingga pagi tadi, secara otomatis, hanya jalur sisi kiri yang bisa digunakan untuk keluar masuk warga, sedangkan jalur sisi kanan sebagian tertutup tanah. Siang hari ini sudah dipastikan akses keluar masuk warga dusun getuk akan normal, karena longsoran tanah tidak begitu besar.
“Kerja bakti ini kita lakukan bersama-sama Polsek Semen dan warga. Siang ini kita pastikan jalur ini akan normal kembali. Ini semua berkat kerjasama dan upaya semua pihak untuk membuka kembali akses warga agar normal kembali,” ungkap Kapten Inf Arifin Effendi.

Posting Komentar